Menjaga Warisan Rasa
Lebih dari empat dekade mendedikasikan diri untuk meracik mahakarya penyedap masakan bagi keluarga Indonesia.
Perjalanan Sebuah Resep Leluhur
Semua berawal dari sebuah nama—dan sebuah harapan.
Pada tahun 1973, Tuan Santoso (alm.), dengan dukungan Nyonya Trinianingsih, menciptakan logo Santrinia sebagai simbol dedikasi dan ketulusan—nilai-nilai yang terus membimbing kami hingga hari ini, dan ditegaskan kembali melalui pendaftaran resminya pada tahun 2025.
Dari dapur sederhana, lahirlah Kecap Manis Seriti—resep asli yang telah diracik bahkan sebelum tahun 1973. Logonya menampilkan dua burung Seriti (layang-layang Asia) yang terbang berdampingan, mencerminkan idiom Indonesia “Pasangan Seriti”—simbol kepercayaan, kesetiaan, dan keharmonisan. Melalui Seriti, kami berharap setiap hidangan menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di meja makan keluarga.
Kecap Manis Kakap Merah Putih (yang awalnya dikenal sebagai Kakap) dikembangkan setelah tahun 1973, menghadirkan cita rasa autentik Nusantara yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Terinspirasi dari dua ikan bernilai tinggi—kakap merah (Lutjanus bitaeniatus) dan kakap putih/barramundi (Lates calcarifer)—yang meskipun berasal dari famili berbeda, keduanya sama-sama dikenal sebagai “Kakap” di Indonesia. Warna merah dan putih mencerminkan semangat persatuan dalam perbedaan, sekaligus merefleksikan kebanggaan, identitas bersama, dan komitmen kami terhadap kualitas.
Hari ini, perjalanan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Nyonya Trinianingsih, bersama generasi penerus dan tim yang berdedikasi. Bagi kami, ini lebih dari sekadar sebuah usaha. Ini adalah warisan. Ini adalah cerita.
Dan kami masih di sini—melayani dengan hati.
Dedikasi Tanpa Kompromi
Standar operasional ketat untuk memastikan setiap botol kecap Santrinia aman, bersih, dan lezat untuk dikonsumsi.